Sabtu, 15 Januari 2022

Mahasiswa PMM Kelompok 79 Gelombang 16 UMM Merancang Alat Cuci Tangan Otomatis

 Kasus terinveksi Covid-19 di Indonesia makin bertambah. Upaya yang dapat dilakukan untuk menghindarinya adalah dengan memakai masker saat berpergian, menjaga jarak, tidak menyentuh barang ataupun benda di tempat-tempat umum bahkan tidak dianjurkan untuk berjabat tangan dengan orang lain serta rajin mencuci tangan.

Menurut WHO cuci tangan yang baik dilakukan secara 20 detik agar kuman dan virus mati. Untuk memudahkan masyarakat mencuci tangan, Mahasiswa PMM Kelompok 79 Gelombang 16 Universitas Muhammadiyah Malang merancang alat cuci tangan otomatis menggunakan sensor.

Alat sudah tidak dapat memompa air maka menandakan baterai telah habis dan harus segera di charger. Alat juga dilengkapi tombol on/off agar ketika tidak digunakan sistem dapat mati serta menghemat baterai, dan diletakkan diatas media penyimpanan air bersih, yaitu galon.

Alat yang digunakan dalam pembuatan alat cuci tangan otomatis ini adalah obeng, yang, lem tembak, atraktor, gunting, solder, alat tulis dan cutter. Sedangkan bahan yang dibutuhkan adalah arduino uno, galon, sensor ultrasonik, isi lem tembak, servo, tenol, pompa galon elektrik dan lem G. Perancangan desain alat dimulai dari skema elektronik. Kemudian dirakit sistem elektronik alat sesuai dengan desain skema elektroniknya. Sensor Ultrasonik sebagai alat untuk mendeteksi adanya tangan yang akan melakukan cuci tangan. Servo digunakan untuk menarik pumping sabun cuci tangan secara otomatis.


Sebelum membuat alat cuci tangan, PMM kelompok 79 gelombang 16 ini memberikan sosialisasi betapa pentingnya edukasi tentang 5M. Lalu, alat yang telah dibuat akan ditempatkan di Panti Asuhan Ulil Abshar agar warga panti asuhan mengaplikasikan tentang edukasi tsb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar